Sabtu, 29 April 2017

diriku

Ada kalanya ketika kompetisi tak lagi menarik
Ada kalanya ketika iming-iming hadiah tak lagi mampu mengintimidasi
Ada kalanya ketika menjadi yang terbaik  tak lagi di lirik
Ada kalanya ketika bermacam tantangan tak lagi memantik bara api

Apakah itu artinya hasrat bersaing sudah hilang
Ataukah hanya kejenuhan semata
Seperti sudah bosan dengan segala predikat di atas rata-rata
Seolah ritme menanjak sudah terasa datar saja

Yang lucu adalah komentar orang
Yang kerap tak bosan membandingkan
Apa yang terjadi dulu dan sekarang
Jika tak sesuai yang mereka bayangkan

Musuh itu bukan untuk dikalahkan
Musuh itu adalah ciptaan agar tergerak melawan
Musuh itu adalah sebuah kebutuhan
Jika tak lagi butuh, apa lagi yang harus diperjuangkan

Mengenal hati yang penuh dengan semangat membara
Menjadi jiwa yang tak henti bergolak membahana
Mengukir mimpi yang selalu ingin dikejar
Meraihnya menjadi sesuatu prestasi  yang tenar

Tapi tidak bagi jiwa yang damai
Bukan hingar binger dunia yang membuat dahaga
Tetapi ketenangan dalam ritme dinamis yang diidam
Menelusuri relung-relung kenikmatan hakiki

Rasa itu…
Kerap menelisik kedalam kalbu
fana telah  dicampakkan kini
demi bahagia yang abadi





hujan

Membasuh derita.... Menyembunyikan air mata.... Ketika semua ingin lepas... Ketika semua ingin bebas... Ada hujan Ada rahmat Ada c...